Contoh Podcast " Komunikasi Daring di Masa Pandemi Covid - 19 "

(Salam)   

Halo semuanya, apa kabar kalian semua? Semoga tetap diberikan perlindungan dan Kesehatan oleh Allah Swt. Ohh iya, sebelumnya perkenalkan nama saya Dimas, saya Mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Jurusan Ilmu Komunikasi. Kali ini saya akan membahas sebuah topik yang mungkin saat ini sedang trending atau sedang sangat hangat diperbincangkan seluruh penjuru nusantara bahkan dunia, apalagi kalau bukan Covid-19. Wah, memang kalau kita berbicara masalah virus ini akan banyak sekali sektor atau bidang terdampak yang akan kita bahas karena seperti yang kita tahu virus ini benar-benar menahan aktivitas manusia apalagi sampai saat ini virus ini masih juga belum hilang sehingga banyak sektor yang harus berhenti untuk beroperasi.

Nah apa nih dampaknya buat kehidupan masyarakat? Tentu banyak sekali, mulai dari ekonomi, pendidikan, sosial, pariwisata dan banyak lagi. Perubahan yang paling kita rasakan selain ekonomi adalah yang berkenaan dengan budaya dan karakter kita sebagai warga negara Indonesia, yaitu bersosialisasi dengan masyarakat lainnya, budaya berkumpul dan bersalaman sebagai penerapannya.

Nah ini yang cukup sulit untuk dihindari masyarakat kita. Komunikasi langsung yang secara terpaksa harus diganti dengan komunikasi daring atau online. Komunikasi daring ini dilakukan untuk berbagai bidang ya, hal ini pastinya dilakukan sebagai ganti aktivitas langsung agar tetap berjalan seperti itu ya. Contohnya nih dalam bidang pendidikan, pembelajaran dilakukan dengan komunikasi daring melalui berbagai macam aplikasi, jenjang TK hingga perguruan tinggi melakukan hal ini supaya pembelajaran tetap berjalan normal. Begitu juga rapat-rapat oleh pejabat tingkat bawah hingga atas dilakukan dengan komunikasi daring berupa rapat online.

Namun pasti ada lah ya beberapa dampak kurang baik yang dirasakan masyarakat dalam melakukan komunikasi daring. Misalkan saja dalam bidang pendidikan, kuota internet menjadi hal sangat penting begitu ya untuk dijadikan sebagai penunjang, mungkin untuk yang jenjang bawah hanya sekadar mengirim tugas begitu, namun di jenjang atas pasti masih memerlukan tatap muka meskipun secara virtual, hal ini akan cukup memberatkan siswa atau mahasiswa, nah ternyata ada beberapa upaya yang sangat positif dilakukan oleh instansi perguruan tinggi yakni dengan memeberikan paket kuota untuk mahasiswanya. Namun bagaimana pun juga, pertemuan tatap muka akan lebih maksimal jika diterapkan.

Ya meskipun ada beberapa dampak negatif, namun saya yakin segala kebijakan pemerintah atau instansi atas adalah upaya terbaik yang telah disiapkan dengan tujuan segala aktivitas bisa tetap berjalan baik. Semoga segala aktivitas dapat kembali berjalan normal melalui kebijakan baru pemerintah yakni new normal.

Comments